;

Konsep sistem informasi


BAB I
  • Sistem : sekelompok komponen yg saling berhubungan membentuk satu kesatuan,bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.
  • Data : sekumpulan baris fakta yg mewakili peristiwa yg terjadi pd organisasi atau pd lingkungan fisik sebelum diolah ke dlm format yg bisa dimengerti dan digunakan pengguna.
    Data merupakan raw material untuk suatu informasi.
Hierarki Data
    

 

 


 


 


 


 


 


 


 

  • Informasi : Data yg sudah dibentuk ke dalam format yg memiliki arti bagi pengguna.
  • Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
  • Sistem Informasi : satuan komponen yg saling berhubungan yg mengumpulkan (atau mendptkn kembali), memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi utk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dlm suatu organisasi.
  • Tiga aktivitas dlm suatu sistem informasi menghasilkan informasi yg diperlukan oleh organisasi utk membuat keputusan yakni : mengendalikan operasi, meneliti permasalahan dan menciptakan produk baru atau jasa

 

Informasi yang berguna :

  • Tepat kepada orangnya (relevan)
  • Tepat waktu (timeliness)
  • Tepat Nilainya (accurate)
Apakah Sistem Informasi Itu?

  • Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi 2, sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer (CBIS).
  • CBIS atau selanjutnya disebut sistem informasi (SI) saja adalah jenis sistem informasi yang menggunakan komputer

  • Hall (2001)
    Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai
  • Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
    Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik
  • Wilkinson (1992)
    Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumberdaya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Bermacam-macam Sistem Informasi :

  • Sistem reservasi pesawat terbang.
  • Sistem penjualan kredit kendaraan bermotor.
  • Sistem biometrik (menganalisa sidik jari dan retina mata)
  • Sistem POS (Point of Sale)
  • Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio.
  • Misalnya : untuk mendapatkan suhu lingkungan pada suatu gunung berapi atau memantau gerakan pilar jembatan kereta api.
  • Sistem berbasis kartu cerdas (Smart card).
  • Sistem pada tempat-tempat umum.
  • Sistem layanan akademis berbasis web.
  • Sistem pertukaran data elektronis à pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis.
  • E – Government, E – Commerce ,

 

Jenis-jenis Sistem Informasi dan perkembangannya

SIS Sistem Informasi Strategik                     (1990)                Kompetitif
OAS
Office Auto System                     (1980)                Kolaborasi, komunikasi

SIM, DSS, GSS, GIS, EIS, ES, ANN (Artificial Neural Network)                     Efektifitas
PCS
Process Control System                     (1970)                Efektifitas

TPS
Transaction Processing System                 (1964)                Efisiensi


 

PERAN STI DI DALAM ORGANISASI :

yaitu untuk meningkatkan :
  • Efisiensi.
  • Efektifitas.
  • Komunikasi.
  • Kolaborasi.
  • Kompetitif.

 

Informasi Sebagai Aset

  • Siapa yang mempunyai informasi akan menjadi pemenang
  • Informasi menjadi aset dalam perusahaan (4M dan 1I) (manusia,mesin,material, modal)

 

Beberapa Alasan Investasi TI

  • Adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif
  • Mengurangi biaya
  • Meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan
  • Contoh :: Bank yang berlomba-lomba untuk memperluas jaringan ATM untuk meningkatkan layanan kepada nasabah mengingat persaingan antarbank yang sangat ketat.

 

Pemakai Informasi

  • Internal (staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga manajemen tingkat atas)
  • Eksternal (pelanggan, pemegang saham, pemasok atau mitra kerja, dinas pajak, dan lain-lain)

 

Teknologi informasi
  • Teknologi yang digunakan adalah :
    • Komputer.
    • Telekomunikasi.
    • Dan teknologi apapun yang dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi.

 

Apakah Teknologi Informasi Itu?

  • Martin (2002) : TI tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi
  • Lucas (2000) : TI adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan infromasi dalam bentuk elektronis

 

APLIKASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI diterapkan di Internal atau Eksternal organisasi.

  • Di internal organisasi, STI dapat diterapkan di fungsi-fungsi organisasi dan di tingkatan-tingkatan manajemen.
  • STI yang diterapkan secara eksternal merupakan STI internal yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi telekomunikasi.
  • Pihak eksternal dapat berupa organisasi lain atau pemakai individu sistem termasuk konsumen perusahaan.
  • Tujuan utama menarik sistem teknologi informasi keluar sehingga menjangkau langsung secara efektif pemasok dan pelanggan perusahaan dimaksudkan agar perusahaan dapat memenangkan persaingan.
  • STI untuk keunggulan kompetisi tersebut disebut dengan Sistem Informasi Strategik atau SIS (Strategic Information System)

 

Teknologi Informasi (Haag, 2000)

  • Teknologi Masukan
  • Teknologi Keluaran
  • Teknologi Perangkat Lunak
  • Teknologi Penyimpan
  • Teknologi Telekomunikasi
  • Teknologi Pemroses
Peranan TI

  • Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan
    informasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

 

Alasan Penerapan TI pada Bidang Pemasaran (O'Connor dan Galvin 1997)

  • Teknologi informasi mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena teknologi informasi memberikan lebih banyak informasi ke manajer melalui pemakaian sistem pengambilan keputusan (Decision Support Systems atau DSS)
  • Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer. Sebagai contoh, sistem informasi eksekutif (Executive Information Systems atau EIS) mempengaruhi aliran informasi secara vertikal dalam perusahaan. Pihak manajemen atas memiliki akses informasi yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah. Jaringan telekomunikasi memungkinkan informasi mengalir dengan mudah dan cepat di antara departemen dan divisi yang berbeda.

 

BAB II
Klasifikasi Sistem

  • Abstrak Vs. Fisik
  • Probabilistik Vs. Deterministik (pasti)
  • Tertutup Vs. Terbuka
  • Alamiah Vs. Buatan
Keterangan:
  • Sistem buatan manusia.
    Karena dirancang dan dibuat oleh analis atau pemakai sistem.
  • Sistem Pasti.
    Karena informasi yang dihasilkan sudah dirancang dan sudah ditentukan sesuai dengan pemakainya.
  • Sistem yang terbuka.
    Karena sistem ini berhubungan dengan lingkungan luarnya, berupa sesuatu diluar sistem informasi ini atau sesuatu diluar lingkungan perusahaannya.

 

KARAKTERISTIK SISTEM

Karakteristik Sistem sbb :
  • Mempunyai komponen-komponen sistem atau subsistem-subsistem.
  • Mempunyai batas sistem (boundary).
  • Mempunyai lingkungan luar.
  • Mempunyai penghubung.
  • Mempunyai tujuan (goal).

 

KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM INFORMASI


 


 


 


 

    Data    Diolah    Informasi

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

KOMPONEN INPUT.

  • Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
  • Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi.
  • Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan di catat di dokumen dasar.
  • Setelah data tercatat di dokumen dasar, kemudian memasukkan data tersebut ke dalam sistem informasi (data entry).

 

  • Beberapa aplikasi yang on-line tidak membutuhkan dokumen dasar untuk menangkap data.
    Contoh : aplikasi yang menggunakan data berupa suara, oleh pemakai sistem (operator) langsung memasukkannya ke sistem informasi.

 

    

 

KOMPONEN OUTPUT

  • Output berupa informasi yang berguna bagi para pemakainya.
    Contoh : laporan (hardcopy atau softcopy)
KOMPONEN BASIS DATA

  • Basis data (data base) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
  • Tiga hal yang berhubungan dengan basis data adalah :
-Data yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
-Simpanan Permanen (storage).
-Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.


KOMPONEN MODEL

Model-model yang digunakan di sistem
informasi dapat berupa :
  • Model Logika, yang menunjukkan suatu proses perbandingan logika.
  • Model Matematika, yang menunjukkan suatu proses perhitungan matematika.

 

KOMPONEN TEKNOLOGI

Tanpa adanya teknologi yang mendukung,
maka sistem informasi tidak akan dapat
menghasilkan informasi yang tepat
waktunya.
Komponen teknologi dikelompokkan dalam
dua macam kategori :
  • Teknologi Sistem Komputer (perangkat             keras dan perangkat lunak).
        - Teknologi Sistem Telekomunikasi.

 

KOMPONEN KONTROL

Komponen ini digunakan untuk menjamin
bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem
informasi merupakan informasi yang akurat.
Dapat diklasifikasikan sebagai sistem pengen
dalian secara umum dan sistem pengendalian
aplikasi.

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

    
PENGENALAN SIST. INFO. DAPAT DILAKUKAN DENGAN METODE E-I-A-I-J

1. Mengenali kehadiran sebagian Elemen sistem pengolahan data, berupa:
    - Sarana pengolahan data, contoh: dokumen pencatatan pengolahan, arsip
atau laporan, kartu stok barang, label harga, dsb.
2. Melihat Interaksi antar orang di dalam Organisasi.
- Saling diskusi, rapat, perintah atasan ke bawah, interaksi bawahan melapor ke atasan, dsb.
3. Melihat Aliran dokumen, model dokumen flow map (cara klasik).
4. Interaksi antara orang dengan media pelaksana SPD (Sistem Pengolah Data).
    - Misal: pd supermarket terlihat interaksi antara kasir dengan cash register.
5. Analisis dokumen
j
ob description.

    Biasanya terdapat pd organisasi yang sudah mapan. Dokumen ini berisi lingkup tugas suatu posisi atau jabatan serta pertanggung-jawaban.

 

Pemakai Informasi

  • Internal (staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga manajemen tingkat atas)
  • Eksternal (pelanggan, pemegang saham, pemasok atau mitra kerja, dinas pajak, dan lain-lain)

 

Level Manajemen dan Pemakai Informasi

  • Managemen tingkat atas (rencana strategis)                Direktur, Wakil Direktur
  • Managemen tingkat Menengah (Pengendalian manajerial         Manager
  • Manajemen Tingkat Bawah (Pengendalian Operasional)        Supervisor
  • Operasional (Pemrosesan Transaksi)                     Staff

 

KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN

  • Untuk dapat menyediakan informasi yang relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang sistem informasi harus memahami lebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.

 

TIPE KEGIATAN MANAJEMEN

Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi
3 bagian :
  • Manajemen tingkat bawah (tingkat operasional).
  • Manajemen tingkat menengah (tingkat taktik).
  • Manajemen tingkat atas (tingkat strategik).
Kegiatan manajemen untuk masing-masing
tingkatan dapat dikategorikan sbb :
  • Perencanaan Strategik (Strategic Planning).
  • Pengendalian Manajemen (Management Control).
  • Pengendalian Operasi (Operational Control).
Ad. 1. Perencanaan strategik meliputi :
  • a. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi.
Berupa : Kesempatan-kesempatan pasar,
teknologi, tekanan-tekanan politik, sosial,
persaingan, inflasi, dll.
b. Penetapan Tujuan.
     Berupa : visi organisasi (jangka panjang).
  • c. Penentuan Strategi.
Menentukan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk
mencapai tujuan-tujuannya. Dengan strategi,
semua kemampuan yang berupa sumber-sumber
daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat
diraih.
Ad. 2. Pengendalian Manajemen.
Yaitu sistem untuk menyakinkan bahwa
organisasi telah menjalankan strategi yang
sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien.
  • Proses pengendalian manajemen terdiri dari tahapan-tahapan :
    • Pembuatan program kerja (programming).
    • Penyusunan Anggaran (budgeting).
    • Pelaksanaan (Operating) dan Pengukuran (Measurement).
    • Pelaporan dan analisis (reporting and analysis).

 

  • Kesimpulan :
Bahwa kegiatan-kegiatan dlm manajemen
tingkat atas lebih menjurus ke peren-
canaan jangka panjang dan penentuan-
penentuan strategi. Lebih bawah ting-
katannya, kegiatan manajemen lebih men-
jurus ke hal-hal yg sifatnya terperinci
dan operasional.

 

TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN

Pengambilan keputusan (decision making)
adalah tindakan manajemen didalam
pemilihan alternatif untuk mencapai
sasaran. Kegiatan dilaksanakan setelah
keputusan diambil.
Keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan

ke dalam tiga tipe, sbb :

  • Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur.
    Adalah keputusan yang berulang-ulang dan rutin.
    Contoh : keputusan pemesanan barang.
  • Keputusan setengah terprogram atau keputusan setengah terstruktur.
    Adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian
    berulang-ulang dan rutin, dan sebagian tidak terstruktur.
    Bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci.
    Contoh :     - keputusan membeli sistem komputer
             yang lebih canggih.
            - Keputusan alokasi dana promosi,dsb.
  • Keputusan tidak terstruktur. Adalah keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.

 

TIPE INFORMASI.

Sistem informasi dapat menyediakan tiga macam tipe informasi,
masing-masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan
manajemen yang berbeda, yaitu :
  • Informasi Pengumpulan Data.
    Merupakan informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data.
    Berguna untuk manajer bawah à mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
  • Informasi Pengarahan Perhatian.
    Merupakan informasi untuk membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang, ketidakberesan, ketidakefisienan dan kesempatan-kesempatan yang dapat dilakukan.
  • Informasi Pemecahan Masalah.
    Merupakan informasi untuk membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
    Dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yg dilakukan oleh manajemen tingkat atas.

 

KARAKTERISTIK INFORMASI

  • Kepadatan informasi.
    • manajemen tingkat bawah à terperinci (detail) dan kurang padat.
    • Manajemen tingkat atas à tersaring (terfilter) lebih ringan dan padat.
    • Luas informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à terfokus pada masalah tertentu.
Manajemen tingkat lebih tinggi à semakin luas karena berhubungan dengan masalah yang lebih luas
  • Frekuensi Informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à rutin.
    • Manajemen tingkat lebih tinggi à tidak rutin atau ad-hoc (mendadak)
    • Skedul Informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à jelas dan periodik.
    • Manajemen tingkat lebih tinggi à tidak terskedul.
  • Waktu Informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à informasi historis karena dalam pengendalian operasi yang memerlukan tugas-tugas rutin yagn sudah terjadi.
    • Manajemen tingkat lebih tinggi à ke masa depan berupa informasi prediksi.
    • Akses Informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à jelas dan berulang-ulang dalam bentuk laporan periodik, akses off-line.
    • Manajemen tingkat lebih tinggi à tidak jelas, akses on-line.
    • Sumber Informasi.
    • Manajemen tingkat bawah à dari internal perusahaan.
    • Manajemen tingkat lebih tinggi à dari eksternal perusahaan.

 

BAB 3
Ragam Sistem Informasi
Klasifikasi SI
  • Level organisasi
  • Area fungsional
  • Dukungan yang diberikan
  • Arsitektur sistem informasi
  • dll

 

Menurut Level Organisasi
  • Sistem informasi departemen
    Sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen
  • Sistem informasi perusahaan
Sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen
secara bersama-sama
  • Sistem informasi antarorganisasi
Sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih
Contoh: SI pada Wal-Mart dan B2B

 

Sistem Informasi Dalam Perusahaan (Kroenke, 1992)
  • Sistem informasi pribadi
  • Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system), dan
  • Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Jenis
Jumlah Pemakai
Perspektif
Pribadi  1  Individual  
Kelompok kerja  Banyak, umumnya kurang dari 25 orang  Departemen – Pemakai berbagi perspektif yang sama
Perusahaan  Banyak, seringkali ratusan  Perusahaan – Pemakai memiliki banyak perspektif  

 

Sistem Informasi Fungsional
  • Sistem informasi akuntansi (Accounting information system)
  • Sistem informasi keuangan (Finance information system)
  • Sistem informasi manufaktur (Manufacturing/production information system)
  • Sistem informasi pemasaran (Marketing information system atau MKIS)
  • Sistem informasi SDM (Human resources information system atau HRIS)

 

Perspektif Tentang SI
  • Sistem Informasi selain SIA adalah tergolong SIM (Hall, 2001)
  • SIA adalah bagian dari SIM (Romney dkk., 1997)
  • Sistem informasi justru merupakan subsistem bagi sistem informasi fungsional yang lain (McLeod, 1998)

 

SIA Sebagai Bagian SIM

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Sistem Informasi Akuntansi
  • Kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi (Bodnar dan Hopwood, 1993)
  • Subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannnya adalah menghimpun, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan (Gelinas, dkk., 1997)

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Sistem Informasi Keuangan
  • Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan (departemen/bagian Keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi pembayaran

 

Sistem Informasi Manufaktur
  • Sistem Perencanaan Manufaktur
  1. Rencana Produksi
  2. Rencana Tenaga Kerja
  • Sistem Pengendalian manufaktur
  1. Penjadwalan Produksi
  2. Perencanaan Kebutuhan bahan baku
  3. Perencanaan kebutuhan kapasitas
  4. Engineering
  5. Produktifitas tenaga kerja
  6. Produktifitas mesin
  7. Perawatan
  8. Pengendalian bengkel kerja
  9. Pengendalian kualitas
  10. Pengendalian proses
  11. Pengendalian mesin dan robotika
    #    Pelaporan bengkel kerja
    <    Pengendalian bahan baku
    <    Penggunaan mesin
    <    Pelaporan Tenaga kerja
#    Inspeksi
    <     Rework
    <    Pengendalian kualitas
    <    Custom Spesifikasion
#    Pemrosessan perintah kerja
    <     Pemeliharaan sediaan suku cadang
    <    sejarah mesin

 
Berbagai Nama SI Manufaktur
  • ROP (reorder point), yakni suatu sistem yang mendasarkan keputusan pembelian berdasarkan titik pemesanan kembali (reorder point). Merupakan sistem ifnormasi manufaktur yang paling sederhana
  • MRP (meterial requirements planning), yakni suatu sistem yang dapat dipakai untuk merencanakan kebutuhan berbagai bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi
  • MRP II (material resource planning), yakni suatu sistem yang memadukan MRP dengan penjadwalan produksi dan operasi pada bengkel kerja (shop floor operation). Sistem ini tidak mengontrol mesin dalam bengkel kerja, melainkan sistem informasi ini hanya mencoba memperkecil sediaan dan memperkerjakan mesin secara efektif.
  • JIT (Just-in-time), yakni suatu pendekatan yang menjaga arus bahan baku melalui pabrik agar selalu dalam keadaan minimum dengan mengatur bahan baku tiba di bengkel kerja pada saat diperlukan atau "tepat pada waktunya" (just in time).
  • CIM (computer integrated manufacturing) merupakan suatu sistem yang menggabungkan berbagai teknik untuk menciptakan proses manufaktur yang luwes, cepat, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi secara efisien.

 

Implementasi SIM
  • Menyederhanakan proses produksi, perancangan produk, organisasi pabrik sebagai dasar yang penting untuk pengotomasian dan pengintegrasian

  • Mengotomasikan proses-proses produksi dan fungsi-fungsi bisnis yang mendukungnya dengan komputer, mesin, dan robot.

  • Mengintegrasikan seluruh proses produksi dan pendukungnya dengan memakai komputer, jaringan komunikasi, dan teknologi informasi yang lain

 

Sistem-sistem Produksi
Sistem
Keterangan
CAD (computer-aided design) Sistem yang menggunakan komputer untuk merancang suatu produk (mobil, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya)
CAE (computer-aided engineering) Sistem yang dirancang untuk menganalis karakteristik dari suatu desain dan dipakai untuk mensimulasikan kinerja produk di bawah kondisi yang berbeda-beda dengan tujuan untuk mengurangi kebutuhan membuat prototipe (Martin, 2002). Dalam beberapa literatur (misalnya McLeod, 1998), CAE identik dengan CAD
CAM (computer-aided manufacturing) Sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengontrol suatu proses produksi. Misalnya, mesin bor atau mesin bubut yang telah terprogram untuk melaksanakan pelubangan atau pembubutan
CAPP (computer-aided -process planning) Sistem yang digunakan untuk merencanakan urutan proses untuk memproduksi atau merakit suatu komponen

 


 

Sistem Informasi Pemasaran

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Sistem Informasi SDM
  • Sistem informasi sumber daya manusia biasa disebut HRIS
  • Istilah lain yang sering dipakai yaitu HRMIS
    (Human Resource Management Information System) dan HRMS (Human Resource Management System)
  • Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan-tunjangan, hingga kinerja pegawai

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

   
 


 

Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan Kepada Pemakai
  • Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System atau TPS)
  • Sistem Informasi Manajemen (Management Infromation System atau MIS)
  • Sistem Otomasi Perkantoran (Office Automation System / OAS)
  • Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System atau DSS)
  • Sistem Informasi Eksekutif (Executive Infromation System atau EIS)
  • Sistem Pendukung Kelompok (Group Support System atau GSS)
  • Sistem Pendukung Cerdas (Intelligent Support System atau ISS).
Mengingat EIS, DSS, dan MIS digunakan untuk mendukung manajemen, maka ketiga sistem ini sering disebut sebagai sistem pendukung manajemen (management support system atau MSS

 

SI Menurut Dukungan
Sistem
Fungsi
Pemakai
TPS Menghimpun dan menyimpan informasi transaksi Orang yang memproses transaksi
MIS Mengonversi data yang berasal dari TPS menjadi informasi yang berguna untuk mengelola organisasi dan memantau kinerja Semua level manajemen
DSS Membantu pengambil keputusan dengan menyediakan informasi, model, atau perangkat untuk menganalisa informasi Analis, manajer, dan profesional
EIS Menyediakan informasi yang mudah diakses dan bersifat interaktif, tanpa mengharuskan eksekutif menjadi ahli analisis Manajemen tingkat menengah dan atas
ES Menyediakan pengetahuan pakar pada bidang tertentu untuk membantu pemecahan masalah Orang yang hendak memecahkan masalah yang memerlukan kepakaran
OAS Menyediakan fasilitas untuk memproses dokumen maupun pesan-pesan sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif Staf maupun manajer

 

  • Sistem informasi yang mengandung karakteristik beberapa kategori disebut sebagai sistem hibrid (Alter, 1992)
  • Sistem informasi yang dirancang untuk menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputusan untuk berbagai level manajemen dan fungsi-fungsi bisnis, dan sekaligus melakukan pemrosesan transaksi disebut sebagai sistem informasi fungsional-silang (cross-functional information system) atau sistem informasi yang terintegrasi (integrated information system) (O'Brien, 1991)

 

Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)
  • Sistem informasi yang pertama kali diimplementasikan
  • Fokus utama pada data transaksi
  • Sesuai dengan namanya, sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta kadangkala mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi.
  • Contoh yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Karakteristik SPT
  • Jumlah data yang diproses sangat besar
  • Sumber data umumnya internal dan keluaran terutama dimaksudkan untuk pihak internal (meskipun bisa juga diperuntukkan bagi mitra kerja)
  • Pemrosesan informasi dilakukan secara teratur: harian, mingguan, dan sebagainya
  • Kapasitas penyimpan (basis data) besar
  • Kecepatan pemrosesan yang diperlukan tinggi karena volume yang besar
  • Umumnya memantau dan mengumpulkan data masa lalu
  • Masukan dan keluaran terstruktur. Mengingat data yang diproses cukup stabil, data diformat dalam suatu standar
  • Level kerincian yang tinggi mudah terlihat terutama pada masukan tetapi seringkali juga pada keluaran
  • Komputasi tidak rumit (menggunakan matematika sederhana atau operasi statistik)
  • Memerlukan kehandalan yang tinggi
  • Pemrosesan terhadap permintaan merupakan suatu keharusan. Pemakai dapat melakukan permintaan terhadap basis data

 

Cara Pemrosesan pada SPT
  • Pemrosesan batch
    Transaksi ditumpuk dulu dan kemudian diproses belakangan pada waktu tertentu misalnya pada waktu sore hari atau malam hari. Kelemahan pemrosesan batch adalah membuat basis data tidak pernah dalam keadaan terkini, karena seringkali terdapat data transaksi yang terlambat untuk dimasukkan ke dalam basis data.
  • Pemrosesan online
    Tidak ada penundaan pemrosesan. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan. Dengan demikian, data selalu dalam keadaan mutakhir.
Perbedaan Pemrosesan Batch dan Online
Karakteristik
Pemrosesan Batch
Pemrosesan Online
Pemrosesan transaksi Data transaksi direkam, dikumpulkan, dan diurutkan, dan diproses secara periodis Transaksi diproses seketika
Pemutakhiran berkas Ketika tumpukan diproses Saat transaksi diproses
Waktu tanggapan Beberapa jam atau hari setelah tumpukan dikirim untuk diproses Beberapa detik setelah setiap transaksi diproses

 

Pemrosesan Hibrid
  • Merupakan perpaduan antara pemrosesan batch dan online
  • Model seperti ini dijumpai pada beberapa sistem POS (Point-of-sale). Data dimasukkan seketika ke dalam komputer ketika transaksi terjadi, tetapi pemrosesan lebih lanjut (misalnya pemutakhiran ke sediaan) dilakukan pada waktu malam hari.
  • Model seperti ini juga sering dilakukan pada bank yang offline (belum tersedia layanan komunikasi ke pusat atau komunikasi sedang terputus).

 

Sistem Informasi Manajemen (SIM atau MIS)
  • Sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
  • SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi, dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
  • Umumnya SIM mengambil data dari sistem pemrosesan transaksi

 

Macam Laporan SIM
  • Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan, bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
  • Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
  • Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal. Sebagai contoh, manajer pembelian mungkin memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok yang sudah terlambat satu minggu. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
  • Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk dibandingkan

 

Laporan SIM
  • Terkadang SIM juga menyediakan laporan yang yang tergolong sebagai demand (Ad Hoc) report, yaitu jenis laporan yang dapat diminta sewaktu-waktu dan pemakai dapat mengatur sendiri tataletak informasi yang diperlukan
Sistem Otomasi Perkantoran
  • Sistem yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari di dalam perkantoran dan organisasi bisnis
  • Sistem ini menyediakan aneka ragam perangkat untuk pemrosesan informasi, seperti pengolah lembar kerja (spreadsheet), pengolah kata (word processor), pengolah grafik, aplikasi presentasi, pengaksesan basis data personal, surat elektronis (e-mail) dan surat bersuara (v-mail atau voice mail), dan bahkan telekonferensi.
  • Pengguna sistem ini pada prinsipnya adalah semua personil dalam organisasi, baik staf maupun yang masuk kategori level manajemen

 

Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
  • Sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Alter, 2002)

 

Macam Keputusan
  • Keputusan terstruktur (structured decision),
  • Keputusan semiterstruktur (semistructured decision)
  • Keputusan tak terstruktur (unstructured decision)
Keputusan Terstruktur
  • Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin
  • Prosedur untuk pengambilan keputusan sangat jelas
  • Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah
  • Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang merupakan contoh keputusan yang terstruktur
Keputusan Semiterstruktur
  • Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan
  • Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi, pengendalian sediaan merupakan beberapa contoh keputusan ini
Keputusan Tak Terstruktur
  • Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit, karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi
  • Keputusan ini menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat eksternal Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas
  • Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain, dan perekrutan eksekutif merupakan contoh keputusan yang tak terstruktur
Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
  • DSS lebih ditujukan untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analitis, dalam situasi yang kurang terstruktur dan dengan kriteria yang kurang jelas
  • DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan, tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia
Karakteristik DSS
  • Menawarkan keluwesan, kemudahan beradaptasi, dan tanggapan yang cepat
  • Memungkinkan pemakai memulai dan mengendalikan masukan dan keluaran
  • Dapat dioperasikan dengan sedikit atau tanpa bantuan pemrogram profesional
  • Menyediakan dukungan untuk keputusan dan permasalahan yang solusinya tak dapat ditentukan di depan
  • Menggunakan analisis data dan perangkat pemodelan yang canggih
Teknik Pemodelan DSS
Teknik
Pendekatan
Simulasi Menciptakan model matematis terhadap suatu keadaan menggunakan teknik-teknik simulasi untuk meniru keadaan yang nyata
Optimisasi Menciptakan model matematis terhadap suatu keadaan dengan menggunakan teknik riset operasi untuk memperoleh solusi yang terbaik
OLAP (Online analytical processing) dan data mining
Menggunakan teknik statistik untuk menganalisis hasil-hasil bisnis dan mencari hubungan-hubungan yang tersembunyi
Sistem pakar Meniru seorang ahli di bidang tertentu dalam melakukan pengambilan keputusan

 

Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
  • Sistem informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi manajer dan eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengidentifikasi masalah atau mengenali peluang
  • Pemakai yang awam dengan komputerpun tidak sulit mengoperasikannya karena sistem dilengkapi dengan antarmuka yang sangat memudahkan pemakai untuk menggunakannya (user-friendly).
Mengapa EIS berbeda dengan MIS dan DSS?
  • MIS menyediakan laporan-laporan standar yang dibuat berdasarkan periode yang tertentu (harian, mingguan, dan sebagainya). Hasilnya dipakai untuk memantau indikator-indikator yang sama dari waktu ke waktu dan tak dapat digunakan untuk menganalisis masalah atau situasi baru.
  • DSS awalnya dirancang untuk menganalisa masalah dan situasi baru, tetapi dalam prakteknya perangkat-perangkat yang disediakan terlalu menuntut kepakaran. Hanya analis yang bisa memanfaatkannya. Sementara itu, hanya sedikit manajer yang mempunyai kemampuan analis. Oleh karena itu, DSS jarang dipakai secara langsung oleh eksekutif pada tingkat menengah dan atas.
  • Berbeda dengan tipe sistem informasi yang lain, EIS secara pokok tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah tertentu
  • EIS dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan manakala mereka membutuhkannya dan dalam bentuk apapun yang paling bermanfaat
  • EIS juga memiliki perangkat DSS yang digunakan untuk membantu eksekutif memahami permasalahan atau peluang yang ada sehingga mereka dapat mengembangkan strategi
Karakteristik EIS
  • Dapat digunakan untuk meringkas, menapis, dan memperoleh detil data
  • Menyediakan analisis kecenderungan (trend analysis), pelaporan perkecualian, dan kemampuan drill-down
  • Dapat digunakan untuk mengakses dan memadukan data internal dan eksternal
  • Mudah digunakan dan terkadang tidak perlu atau hanya perlu sedikit pelatihan untuk menggunakannya
  • Dapat digunakan secara langsung oleh eksekutif tanpa perantara
  • Menyajikan informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel
  • Terkadang dilengkapi fasilitas komunikasi elektronis (e-mail dan konferensi dengan komputer), kemampuan analisis data (spreadsheet, bahasa query, dan DSS), dan perangkat produktivitas pribadi (seperti kalendar elektronis)
Sistem Pendukung Kelompok (GSS)
  • Sistem informasi yang digunakan untuk mendukung sejumlah orang yang bekerja dalam suatu kelompok
  • Sistem ini pada awalnya dibuat untuk mendukung sejumlah orang yang berada pada lokasi yang berbeda yang hendak melakukan sumbang-saran, pemberian komentar, pemilihan suara, dan evaluasi terhadap alternatif-alternatif melalui sarana komunikasi
  • Istilah yang umum sebelum GSS digunakan yaitu GDSS (Group Decision Support System)
  • GSS terkadang disebut sistem pertemuan elektronis (Martin, 2002), sistem kolaborasi perusahaan (O'Brien, 2001), dan sistem pendukung grup kerja (Haag, 1999).

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 



BACA JUGA

WAHANAHITAM - 8:28 AM
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 comments:

Post a Comment